Geosite Pelestarian Lingkungan di Desa Wisata Terong Geopark Belitung

Desa Wisata Terong merupakan geosite pelestarian lingkungan yang terdiri dari empat sub lokasi, yaitu Bebatu fokus agrowisata, Bukit Tebalu bertema alam, Aik Rusa Berehun berbasis wisata kreatif, dan hutan bakau di sekitarnya. Geosit dinilai sebagai contoh pengelolaan lahan bekas tambang yang tepat dan strategi pencegahan kegiatan penambangan yang baik dengan menggunakan kegiatan pariwisata berbasis masyarakat.

Salah satu destinasi wisata di Desa Terong adalah Aik Rusa’ Berehun. Taman yang dilengkapi danau ini dulunya adalah bekas tambang timah yang tidak terawat. Bahkan, akses berjalan kaki saja sangat susah ke sana. Melihat bekas tambang yang tak terawat ini, warga sekitar kemudian mencoba mengembangkannya jadi area wisata. Memanfaatkan dana desa dari program Jokowi-JK, bekas tambang ini disulap jadi beberapa saung di pinggir danau. Wisatawan bisa menikmati alam sekaligus kuliner khas daerah tersebut.

Perwakilan Kementerian Pariwisata Belitung yang juga PIC pengembangan wisata Desa Terong, Iswandi, menceritakan pengembangan ini sudah direncanakan sejak 2014 silam. Saat itu, dirinya baru sekadar memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pembangunan wisata ini. Tak mudah mengajak masyarakat, buktinya butuh waktu 2 tahun untuk merealisasikannya.

“Pembangunan baru mulai 2016 memanfaatkan dana desa. Ini untuk dua tahun (dari 2014) menguatkan pola pikir masyarakat,” katanya saat ditemui di lokasi wisata.

Kemudian pada 2016, pembangunan dimulai dengan memanfaatkan dana desa sebesar Rp 600 juta. Ini digunakan untuk menata lokasi, membuat saung tempat santai dan makan makanan khas Belitung dan lain sebagainya. Infrastruktur daerah wisata ini juga tergolong sangat bagus, seperti jalan menuju lokasi wisata sangat mulus.

“Kita dua tahun memanfaatkan dana desa Rp 600 juta,” tegasnya. Desa Terong sebenarnya mempunyai empat destinasi wisata.

Selain bekas tambang atau Aik Rusa’ Berehun, masih ada lagi Bukit Tebalu, kawasan hutan serta mangrove. Biasanya, wisatawan akan ditawari empat paket wisata ini sekaligus. “Kalau mengembangkan empat destinasi wisata ini kita sudah habiskan Rp 2 miliar,” katanya. Iswandi menjelaskan, bagi wisatawan yang ingin mengunjungi desanya, pertama kali akan diajak ke Aik Rusa’ Berehun. Di sini, wisatawan bisa sekaligus berkebun atau agrowisata. Kemudian, wisatawan akan disuguhi makanan tradisional di saung yang telah disediakan.

Setelah itu, wisatawan akan diajak ke Bukit Tebalu dan kawasan hutan seluas 62 hektar. Di sini disediakan jalur hicking dan tracking bagi wisatawan. Di hutan juga wisatawan akan dimanjakan dengan tanaman herbal untuk obat-obatan. Tak sampai di situ, wisatawan kemudian akan diajak ke hutan mangrove atau bakau untuk melihat budi daya kepiting atau ekowisata. Bahkan, ekowisata ini menurutnya telah menarik perhatian investor asal Malang. Namun dia tidak menyebut siapa investor tersebut.


“Desa wisata ini terbukti menambah masa inap wisatawan. Biasanya 3 hari 2 malam kini sampai 4 atau 5 hari,” katanya.


Dalam pengembangan lokasi wisata ini, Desa Terong juga menerima dana bantuan sosial atau CSR dari PT Perusahaan Listrik Negara. Perusahaan pelat merah ini membantu masyarakat sekitar agar mengolah agrowisata menjadi produk berdaya saing. Salah satunya adalah mengolah sawi menjadi keripik sawi gurih serta kue bolu sawi.


“PLN sendiri telah memberi dana Rp 50 juta,” katanya.

Desa Terong katanya telah menarik wisatawan sebanyak 7.000 orang hingga saat ini. Tak hanya lokal, wisatawan ini juga berasal dari Korea, Singapura, Malaysia bahkan Jepang.Kita juga punya guest house untuk para wisatawan. Sekarang sudah 48 kamar guest house.” 


Sumber: Geopark Belitung, Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *