Pesona Desa Batu Sanggan, Menawarkan Ekowisata yang Memukau

Kenegerian Batu Songgan/Sanggan merupakan contoh desa wisata yang baik. Ini salah satu dari enam kenegerian yang ada di Kekhalifahan Batu Songgan. di Kenegerian Batu Songgan terdapat dua wilayah Administratif desa yaitu Desa Batu Sanggan yang merupakan desa tua dan desa Muara Bio. 

Untuk menuju ke Desa batu Sanggan, kita menggunakan perahu motor atau Pighau dari bahasa lokal. Dari Ibu Kota Pekanbaru kita menuju ke Desa Gema sebagai ibu kota Kecamatan kampar Kiri Hulu sekitar satu jam setengah s/d dua jam, lalu di lanjutkan dengan menggunakan pighau/perahu motor ke Desa sekitar satu jam perjalanan melawan arus.

Kenegerian Batu Songgan memiliki luas wilayah adat sekitar 5.836 Ha, dan didalam wialayah adatnya beririsan dengan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. beririsan dengan jantung SM Bukit Rimbang Bukit Baling, menjadikan kenegerian Batu Songgan seperti berada di Surga yang turun dari Surga, di mana air sungai mengalir jernih berjeram indah dengan perbukitan yang menjulang di kiri kanan sungainya. selain itu adat istiadatnya masih terjaga dengan baik. 

Menyadari potensi yang dimiliki desanya, para pemuda berinisiatif mengembangkan potensi ini menjadi objek wisata dengan harapan nantinya dapat memajukan kampung mereka dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Berbagai potensi destinasi wisata diinventarisir dan dipoles  oleh para pemuda yang tergabung dalam kelompok kerja ekowisata ini agar menarik untuk dikunjungi wisatawan. Para pemuda ini juga mulai mengasah kemampuan untuk menjadi tour guide bagi pengunjung di kampung mereka dengan mengikuti berbagai pelatihan.

Hingga saat ini kelompok kerja (Pokja) ini telah berhasil membuat beberapa paket perjalanan wisata. Mulai dari wisata air hingga petualangan menyusuri hutan dan perkampungan warga. Berikut beberapa destinasi wisata yang telah disiapkan oleh Pokja Ekowisata Batu Bolah yang dapat dinikmati oleh pengunjung :

  • Tour Kampung. Kegiatan tour kampung ini merupakan perjalanan menjelajahi perkampungan Batu Sanggan, berkomunikasi serta melihat-lihat aktifitas warga. Rumah-rumah masyarakat Desa Batu Sanggan yang terletak di lokasi yang sedikit berbukit ini menjadikan lay out desa sangat menarik. Banyak tangga yang menghubugkan satu jalan dengan jalan yang lain membuat desa ini sedikit unik untuk dijelajahi.

Aktifitas warga membuat perahu, menjemur kulit kayu, membuat kerajinan tangan hingga memainkan alat musik tradisional Calempong menjadi suguhan yang dapat dinikmati selama tour kampung. Keramahan warga Batu Sanggan juga akan memikat hati pengunjung. Untuk memandu perjalanan ini, pokja telah mempersiapkan personilnya yang faham seluk-beluk kampung agar pengunjung bisa mendapatkan penjelasan selama mengikuti tour.

  • Mengunjungi situs budaya batu bolah. Batu Bolah yang diadopsi oleh pemuda menjadi nama pokja ini merupakan sebuah situs budaya berbentuk batu yang terbelah, seolah-olah dibelah menggunakan pedang yang sangat tajam. Situs Budaya ini berhubungan erat dengan legenda rakyat Batu Sanggan, kisah Putri Lindung Bulan. Batu yang terbelah dengan sangat rapi ini berada persis di tepian Sungai Subayang arah ke hulu dari perkampungan.

Untuk sampai ke situs ini pengunjung akan diantarkan dengan perahu bermotor oleh pemandu dengan waktu tempuh 15 menit dari base camp pokja. Perjalanan ini menyusuri Sungai Subayang ke hulu dan akan disuguhi dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Disamping itu, pemandu akan menceritakan kisah yang melekat pada situs bersejarah tersebut kepada pengunjung selama perjalanan menuju ke lokasi.

  • Jungle Tracking ke Air Terjun. Setelah puas menikmati situs Batu Bolah pengunjung akan langsung dimanjakan dengan petualangan selanjutnya, jungle tracking. Perjalanan ini menyusuri sebuah anak sungai kecil yang berada dekat dengan situs Batu Bolah. Wisatawan akan diajak menjelajahi hutan rimba yang masih sangat terjaga kelestariannya dan meyaksikan pohon-pohon besar yang masih berdiri kokoh. Suara burung dan serangga hutan menjadi pengiring petualangan ini. Air terjun yang akan dikunjungi berjumlah tujuh tingkat dengan total waktu tempuh satu jam tracking hingga tingkatan ke tujuh. Pengunjung dapat menikmati mandi di air terjun yang memiliki aliran air yang sangat sejuk dan jernih.
  • River Tubing. Ini dia salah satu kegiatan wisata yang paling seru di batu Sanggan, menyusuri Sungai Subayang menggunakan benen (Tube). Pengunjung akan dibawa ke hulu sungai hingga perbatasan dengan kempung sebelah lebih kurang 5 km dari camp Pokja, kemudian hilir dengan benen hingga ke kampung.

Sensasi mengikuti arus sungai yang tenang dengan pemandangan hutan alam yang masih sangat terjaga kelestariannya akan menjadi petualangan yang sangat menarik. Di beberapa titik, aliran sungai memiliki jeram yang cukup deras dan mampu memberikan tantangan adrenalin saat berada di atas benen. Sesekali akan terlihat burung pemangsa ikan menukik ke air menangkap ikan-ikan kecil.

  • Rumah Pohon. Rumah pohon ini terletak di seberang camp pokja. Rumah pohon yang dibangun oleh anggota pokja ini berada di atas sebuah bukit yang memiliki pemandangan langsung ke perkampungan desa. Dari atas rumah pohon akan terlihat jelas hamparan hutan yang sangat luas, aliran Sungai Subayang yang meliuk-liuk dan rumah-rumah penduduk desa. Sesekali perahu melintas di Sungai Subayang, menciptakan jejak lintasan yang sangat menarik untuk disaksikan dari atas rumah pohon. Di sini juga menjadi spot foto yang bagus untuk mengabadikan moment moment kunjungan ke batu Sanggan terlebih jika berfoto saat sore hari.
  • Berburu Ikan. Kegiatan yang satu ini juga menjadi petualangan yang sangat menarik. Anggota pokja akan mengajak wisatawan untuk berburu ikan sungai dengan menggunakan alat yang disebut tembak ikan. Berburu dengan tembak ikan ini dilakukan dengan cara menyelam menggunakan kacamata selam. Saat air sungai tidak terlalu dalam dengan kondisi jernih biasanya akan menghasilkan tangkapan yang cukup banyak, bahkan jika beruntung bisa mendapatkan udang sungai.

Ada juga metode unik yang digunakan masyarakat Batu Sanggan untuk menangkap ikan, biasa disebut dengan istilah menabokMenabok adalah metode menangkap ikan tanpa menggunakan alat, hanya dengan tangan kosong dan biasa dilakukan pada malam hari. Selain menabok, juga dikenal metode menangkap ikan dengan menggunakan garpu, ikan-ikan kecil yang sangat mudah ditemui di tepi sungai ditombak menggunakan garpu. Tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan satu piring ikan dengan cara menombak dengan garpu, karna memang ikan di sini masih cukup banyak.

Hasil tangkapan ini akan langsung diolah menjadi masakan khas batu Sanggan, Sambal Bakacau  merupakan makanan favorit di batu Sanggan.

  • Camping. Bagi pengunjung yang igin menikmati suasana camping juga tersedia lokasi untuk mendirikan tenda. Lokasi tersebut tepat berada di antara dua aliran sungai yang biasa disebut penduduk setempat sebagai pulau. Mendirikan tenda di lokasi ini sangat menyenangkan, suara aliran air yang deras sangat jelas terdengar. Pulau tempat camping ini sangat luas sehingga dapat menajadi tempat bermain atau hanya sekedar membuat api unggun sambil memainkan gitar.

Selain beberapa kegiatan dan tempat di atas, masih banyak spot-spot yang dapat dikunjungi dan kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengunjung saat berada di Batu Sanggan. Saat ini pokja  tengah menupayakan untuk menyediakan perahu karet sebagai tambahan wahana wisata yang dapat dinikmati pengunjung. Beberapa titik di aliran Sungai Subayang sudah cukup memadai untuk diarungi menggunakan perahu karet saat debit air tinggi.

Sumber : https://www.kompasiana.com/ninoes.jungle/5d132bb40d82304f7b4e94d2/bewisata-ke-kenegerian-batu-sanggan, http://bestahumendala.blogspot.com/2018/01/wonderfull-batu-sanggan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *