Desa Perhutanan Sosial

Desa Wisata Bobung, Budaya dan Optimalisasi Hutan Rakyat Gunungkidul
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Desa Wisata Bobung, Budaya dan Optimalisasi Hutan Rakyat Gunungkidul

Kisah-kisah teladan pemanfaatan hasil hutan untuk ekonomi rakyat adalah bagian dari narasi besar dan panjang upaya Pemerintah Indonesia melakukan demokratisasi pengelolaan hutan berbasis masyarakat dalam satu dekade terakhir. Kreativitas peningkatan nilai tambah selain menjual kayu saja dari Hutan Rakyat (HR) bertujuan mengentaskan kemiskinan, serta memberikan peluang bagi masyarakat lokal mengelola hutannya sendiri, dan mengembangkan penghidupan berkelanjutan di dalam dan sekitar hutan. Di tengah masyarakat modern yang berkembang saat ini, topeng kayu masih diminati sebagai  bentuk karya seni yang memadukan nilai estetika dan spiritualitas. Namun, bagi sebagian pengrajin topeng Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul membuat topeng adalah mengukir sej...
Merabu: Kisah Sukses Masyarakat Mengelola Hutan Desa
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Merabu: Kisah Sukses Masyarakat Mengelola Hutan Desa

(dok. the nature conservancy) Desa Merabu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau adalah sebuah desa yang layak dijadikan contoh bagaimana masyarakat desa bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi lewat keberhasilan mereka melakukan pengelolaan hutan desa. Kepala Desa Merabu Agustinus bercerita, kisah Kampung Merabu merupakan sebuah pengalaman perjuangan masyarakat yang ada di dalam kawasan hutan, yang sedikit berbeda dengan cerita di kampung-kampung lainnya. “Bagaimana cerita ini agak berbeda, jika kampung lain bisa maju karena ada perusahaan masuk, kampung Merabu adalah kampung yang mandiri, hijau lestari justru tanpa ada investasi dari perusahaan, sedikit langka, ini dia posisi kami,” ujar Agustinus, saat memaparkan kisah sukses warga desanya, di acara Lingkar Belajar Mandiri Masyarakat...
Kampung Sira, Kisah Sukses Masyarakat Berbasis Hutan
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Kampung Sira, Kisah Sukses Masyarakat Berbasis Hutan

Ada perubahan besar yang terlihat di Kampung Sira dan Manggroholo, tempat tinggal Suku Knasaimos di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, setelah satu tahun mendapat izin pengelolaan hutan desa. Salah satunya kehadiran panel surya yang memasok listrik untuk rumah penduduk. Perubahan masyarakat di kedua kampung itu sekaligus menjadi contoh cara modernisasi gaya hidup masyarakat tanpa harus merusak lingkungan. Luas hutan desa yang mendapat izin pengelolaan di Sira mencapai 1,850 hektare dengan penduduk 194 orang. Sedangkan luas hutan untuk Manggroholo sekitar 1,695 hektare dengan penduduk 200 orang. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Charles Tawaru, ikut mengawal perubahan di kedua kampung ini. “Sekitar empat atau lima tahun lalu, kita memasukkan program air bersih di dua ...
Desa Wanagiri: Ekowisata Hutan Desa
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Desa Wanagiri: Ekowisata Hutan Desa

Foto: fkkm.org Tanggal 24 Agustus 2018 menjadi lembaran baru bagi destinasi pariwisata Bali.  Gubernur Bali Made Mangku Pastika meresmikan Showcase Ekowisata Hutan Desa di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.  Air terjun Banyumala yang oleh Made Mangku Pastika disebut ‘miracle waterfall’ menjadi icon ekowisata Hutan Desa Wanagiri.  Gubernur Bali itu juga mengingatkan pengelola untuk mempertahankan kearifan lokal dan mengembangkan kreativitas dalam mengelola tempat ekowisata itu.  Hutan Desa Wanagiri juga menjadi ruang pamer (showcase) bahwa ada hutan desa di Bali yang juga mempunyai potensi wisata tersendiri, selain wisata-wisata lain di Pulau Dewata.  Hutan Desa sendiri adalah salah satu skema Perhutanan Sosial di mana selain memberikan akses legal kepada masy...
Nagari Simarasok, Mencari Asa Sejahtera dari Sadapan Getah Pinus
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Nagari Simarasok, Mencari Asa Sejahtera dari Sadapan Getah Pinus

Nagari Simarasok di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat merupakan nagari (desa) yang berada tidak jauh dari Kota Bukittinggi. Tepatnya terletak di jalan provinsi Bukittinggi – Payakumbuh. Nagari ini berlokasi di jejeran perbukitan yang menghadap Gunung Marapi, sehingga ia dianugerahi oleh iklim pegunungan yang sejuk. Sebagian wilayah nagari ini berstatus Area Penggunaan Lain (APL), dan sebagian masuk ke dalam kawasan hutan lindung. Wilayah APL di Simarasok pernah dikuasai oleh sebuah perusahaan swasta yang memanfaatkan tanaman pinus. Pinus adalah tanaman yang bergetah (gondorukem), yang merupakan bahan untuk terpentin dan cat vernis. Pada tahun 2016 para pemangku negari didampingi perwakilan KKI WARSI, -sebuah organisasi non profit, mengajukan usulan pengajuan untuk perhutan...
Perhutanan Sosial Desa Simpur Melucuti Jerat Tengkulak
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Perhutanan Sosial Desa Simpur Melucuti Jerat Tengkulak

Hujan di sore hari baru saja reda. Wajah perbukitan Gunung Jimat tampak diselimuti kabut. Kala kabut pelan-pelan terbuka, terlihat kawasan yang mulai menghijau. Meski belum terlalu rimbun, pepohonan dari kejauhan sudah tampak tumbuh. Terlihat seorang ibu melintas. Dia baru saja pulang dari ladangnya di Gunung Jimat. “Tadi habis panen jagung sama singkong,” jelasnya (11/03). Karni (56), sosok ibu itu, adalah seorang petani penggarap yang menerima Surat Keputusan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (SK-IPHPS). Bersama suami, dia tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Agro Abadi, Desa Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. “Saya dan suami menggarap lahan seluas 0,5 hektar dengan tanaman albasia, jagung dan singkong.” Warga lain, Darso (56), mengun...
Desa Tugusari Manfaatkan Perhutanan Sosial untuk Kopi
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Desa Tugusari Manfaatkan Perhutanan Sosial untuk Kopi

Di balik pelaksanaan perhutanan sosial, ada petani yang berjibaku mengelola hutan tetap lestari. Ahmad Erfan [56] memegang erat stang motornya. Ia begitu percaya diri, memacu trail hasil modifikasi dengan ban bergerigi besar. Tak lupa, ia membawa rantai cadangan yang bisa diikat ke roda, antisipasi jika jalan berlumpur menghadang. Jalan setapak sepanjang 1.300 meter itu cukup menantang. Tanjakan dan turunan curam menjadi rintangan sehari-sehari Erfan dan para petani kopi lain, di Register 45B, Pekon Tugusari, Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat, Lampung. Jarak kebun kopi robusta Erfan dari rumahnya sekitar sepuluh menit. Akhir Juli hingga Oktober 2020, merupakan jadwal panen raya. Dalam perkiraannya, setiap hektar akan menghasilkan 3 ton biji kopi kering. Pada ketinggian 991 ...
Perhutanan Sosial Mete di Desa Mattirotasi, Sidenreng Rappang
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Perhutanan Sosial Mete di Desa Mattirotasi, Sidenreng Rappang

Perhutanan Sosial di Desa Mattirotasi, Sidenreng Rappang Jumardi Ahmad, Ketua Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sipatuo 2 berjalan tergesa-gesa menyusuri hutan. Di salah satu pohon ia berhenti untuk menjelaskan sesuatu. “Pohon dengan seperti ini sebentar lagi akan mati. Daunnya berguguran dan pohon akan mengering,” katanya seraya menunjuk ke sebuah lingkaran hitam di bagian bawah pohon. Terlihat bentuknya, seperti habis tersiram minyak. Penyakit mulai menyerang pohon jambu mete itu, meski hanya di sebagian kecilnya saja. Jumardi menyebut mungkin memang telah waktunya regenerasi. Saatnya untuk ditebang digantikan dengan bibit baru. Dalam perjalanan menuju kawasan hutan tersebut, yang berada di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Sela...
Desa Burno, Lumajang, Sukseskan Perhutanan Sosial Peternakan
Desa Perhutanan Sosial, Terkini

Desa Burno, Lumajang, Sukseskan Perhutanan Sosial Peternakan

Sejak digulirkan pada April 2017, masyarakat Senduro melakukan berbagai kegiatan produktif sesuai dengan keahlian masing-masing. Kredit usaha rakyat yang disalurkan BNI mampu dimanfaatkan untuk mempercepat kegiatan usaha. Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menjelaskan lembaga masyarakat desa hutan di daerahnya kini telah berhasil mengembangkan usaha susu sapi, susu kambing etawa, kopi, cokelat, pisang, madu, getah damar, hingga produk rumahan seperti batik. Omzet yang bisa dikelola seperti oleh LMDH Wono Lestari sekarang sudah mencapai Rp14 miliar. Jumlah sapi perah yang pada 2017 baru 228 ekor, sekarang sudah bertambah menjadi 927 ekor. Jumlah produksi susunya saat ini mencapai 5 ribu liter per hari dan diserap oleh Nestle. Direktur Utama Bank BNI, Achmad Baiquni, menjelaskan BNI mend...